Makasar, detikinews.com — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menghadiri langsung Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall (TSM), Makassar (11/07/2026).
Pameran HUT ke-46 Dekranas yang menghadirkan lebih dari 300 stan diisi oleh pelaku UMKM dan perajin dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam produk unggulan yag dipamerkan mulai dari tenun sutra, tas anyaman tudung khas Luwu Timur, hingga anyaman lontar yang telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Tak hanya itu, momentum ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Indonesia dan Dekranas tentang sinergi program dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan nasional.
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming membuka secara langsung acara syukuran HUT ke-46 Dekranas yag ditandai dengan pemukulan gendang Pajjajari.
“Makassar selalu menarik perhatian. Selain wisatanya, kulinernya juga luar biasa. Hari ini kita tampil berwarna-warni sesuai ciri khas masyarakat Makassar. Semua tampil cantik dan memukau. Kalau orang Makassar bilang, cantik na ngaseng, kalau orang Bugis bilang, mancentik manengki,” ujar Selvi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kampar yang didampingi Wakil Ketua Zumrotun dan Sekretaris Agusni Mariani mengucapkan terimakasih dan apreasiasi atas penyambutan rombongan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin International Airport.
“Kami disambut dengan alunan musik tradisional kecapi serta atraksi menenun secara langsung (live weaving), yang menghadirkan pengalaman khas sekaligus memperkenalkan keramahan dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan sejak pertama tiba di Makassar”, ujar Tengku Nurheryani.
Tengku Nurheryani juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar senantiasa mendorong Dekranasda Provinsi Riau agar menjadi wadah yang bisa menjembatani antara pemerintah dengan para pengrajin dalam menjaga dan mengembangkan potensi seluruh daerah yang ada di Provinsi Riau.
Perhelatan berskala nasional ini menjadi momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan kerajinan, wastra, serta kuliner Nusantara sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
Selain pameran kerajinan dan wastra, pengunjung juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya, termasuk atraksi Paraga, serta festival kuliner yang menghadirkan aneka hidangan khas dari 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan. (Adv)