Rakor Forkopimda, Bupati H Sukiman Ajak Semua Elemen Dan Komponen Masyarakat Sinergi Tanggulangi Karhutla

ROKAN HULU, detikinews.com — Dalam penanggulangan Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sekaligus menindak lanjuti hasil rapat Karhutla di Provinsi Riau, Senin, (5/6/2020). Forkopimda Kabupaten Rohul , melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) serta membahas dinamika tersebut.

Rakor tersebut digelar, Rabu (8/7/2020), hadir dalam kegiatan rapat Forkopimda ini, bersama Bupati, Kapolres AKBP Dasmin G, Ketua DPRD Rohul Novli Wanda Ade Putra, Kajari Rohul Ivan Damanik, Perwakilan Dandim 0313 KPR, Sekretaris Daerah Abdul Haris, Danramil, Serta Kepala Dinas Lingkungan Pemerintah Daerah Rohul.

Pada pembukaan pertemuan Forkopimda tersebut, Bupati Rohul H Sukiman menyampaikan informasi hasil pertemuan dengan Gubernur dan Forkopimda Provinsi Riau tentang perlu antisipasi tentang Karhutla, bahwa bedasarkan hasil Prakiraan BMKG.

“Daerah kita, termasuk Rokan Hulu, dari minggu ke 2 Juli sampai September 2020 yang akan datang memasuki musim kering atau kemarau yang mengundang terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati H Sukiman mengajak semua elemen dan komponen pemerintah, TNI-Polri dan Masyarakat serta pihak swasta untuk bersinergi mengantisipasi dan mengatasi terjadinya Karhutla, di Negeri Seribu Suluk ini.

“Walaupun bahaya karhutla di daerah kita
tidak sebesar yang ada di daerah lain. Namun kita tetap waspada dan siap siaga,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati H Sukiman akan melibatkan berbagai unsur dan komponen tersebut sampai ke tingkat kecamatan dan desa sebagai aparatur ujung tombak dan berada langsung di
tengah-tengah masyarakat.

“Kita akan perkuat dengan surat edaran kepada para camat dan kades untuk tetap melaksanakan koordinasi dan bersinergi dengan TNI Polri tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” paparnya.

“Sehingga terlaksana sosialisasi dan peningkatan pengetahuan serta rasa bertanggung jawab terjadinya karhutla adalah di pundak kita bersama,” sambungnya.

Orang Nomor 1 di Rohul ini, begitu juga pihak perusahaan, untuk dapat ikut serta dan berpartisipasi dalam penyediaan
peralatan pemadam untuk dapat di gunakan, jika sewaktu waktu di daerah atau wilayah perusahaan nya terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Antisiapasi khusus antisiapsi karhutla adalah Kecamatan Bonai, dengan gambutnya, Rokan IV koto, Pendalian IV Koto, Kabun dan Tandun yang berada di wilayah perbukitan Bukit Barisan,” lanjut Mantan Dandim Inhil ini.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Kapolres Rohul, AKBP Dasmin Ginting,
SIK
memberikan beberapa hal yang perlu di antisipasi berkaitan dengan penanggulangan karhutla di Rohul.

“Berkaitan dengan pencegahan dalam artian selalu memberikan pencerahan
kepada masyarakat, berkaitan dengan penanggulangan dalam artian jika terjadi diharapkan pihak desa dan kecamatan ikut andil dalam penanganan ini, untuk menyiapkan alat pemadam api,” katanya.

Begitu juga AKBP Dasmin Ginting, SIK menerangkan jika di daerah itu ada Perusahaan, maka sudah seharusnya mempersiapkan alat untuk menangani permasalahan ini secara bersama sama.

Kapolres juga mengharapkan dalam penanganan informasi Karhutla di Rokan Hulu, dilaksanakan dengan satu pintu atau satu informasi seperti pandemi Covid 19, dan data di harapkan sesuai dengan kejadian di lapangan, sehingga data tidak terjadi simpang siur atau tumpang tindih,
penaggulangan nya jadi terarah dan dapat tepat sasaran dengan penuh tanggung jawab bersama.

“Peran media kita harapkan dapat mencerahkan kejadian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menyinggung beberapa kendala dalam hal penangan Karhutla, Kapolres menyampaikan ada eberapa kendala yg dihadapi dilapangan, seperti ditempat di perbukitan yang disebabkan oleh tidak adanya air, di daerah gambut yang tebal, apabila terjadi kebakaran, akan sangat sulit untuk dipadamkan apinya, akan tetapi hal ini tidak menjadi alasan. ( Wira)

Comments (0)
Add Comment