Tingkat Kehadiran Anggota DPRD Rohul Rendah, Jika Tidak Berubah YBN Ancam Bawa Kejalur Hukum

ROKAN HULU, detikinews.com – Berdasarkan hasiĺ investigasi dan data yang dimiliki Yayasan Bening Nusantara (YBN) yang berkantor dijalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, menemukan menemukan fakta bahwa tingkat kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DPRD Rohul sangat rendah.

Setelah dipersentasekan angka kehadiran anggota DPRD Rohul masa bakti 2020 dan 2021, tidak lebih dari 75%, dengan rincian pada tahun 2020 DPRD Rohul telah melaksanakan sidang paripurna sebanyak 62 kali , Namun hanya dihadiri 68% anggota dewan, sebaliknya sebanyak 32% anggota DPRD Rohul memilih tidak hadir.

Hal itu disampaikan ketua YBN Indra Ramos SHI kepada awak media diruang kerjanya, pada jum’at 03/12/2021, yang mana sebelumnya YBN pada dua pekan lalu telah melayangkan surat ke Fraksi Golkar DPRD ROHUL untuk Klarifikasi data tersebut.

“Untuk data kehadiran anggota DPRD Rohul tahun 2021 adalah sebanyak 75% dari 34 kali sidang Paripurna, dan 25% anggota DPRD Rokan Hulu memilih untuk tidak Hadir”.paparnya.

Dari sisi personal anggota DPRD Rohul tingkat kehadiran yang rendah ternyata orangnya selalu sama dari tahun 2020 hingga tahun 2021ini, rinci Ramos Pengacara Kawakan di Bumi Lancang Kuning itu.

Dengan demikian, kata Ramos, dapat disimpulkan bahwa personal tersebut memang mempunyai karakter dan sifat yang tidak bertangungjawab terhadap sumpah dan kode etik sebagai anggota DPRD, serta janji janji kampanyenya dulu, tambahnya.

Ramos menuturkan, menurut data yang dihimpun pihaknya, anggota DPRD Rohul untuk masa bakti tahun 2020, terindikasi yang paling sedikit tingkat kehadirannya berasal dari Dapil 2, dengan tingkat ketidakhadiran 87%, atau cuma hadir dalam sidang Paripurna sebanyak 11 kali dari 62 kali sidang paripurna, atau kalau dipersentasekan tingkat kehadiran hanya 13%, terangnya.

“Sementara pada tahun 2021, Anggota DPRD dari Dapil 2 tersebut tetap memegang rekor terendah, dari total 34 kali sidang Paripurna, tingkat kehadirannya cuma 21% atau sebanyak 7 kali, dan tingkat ketidak hadiran sebanyak 79% atau sebanyak 27 kali paripurna tidak hadir”.tegasnya

Disisi lain, Ramos memuji tingkat kehadiran Pimpinan DPRD ROHUL yang patut diapresiasi,
menurut data yang dimiliki Yayasan Bening Nusantara, tingkat kehadiran Pimpinan Dewan diatas 88%, bahkan personal Pimpinan Dewan ada yang hadir mencapai 100%. Sehingga tingkat kehadiran Pimpinan DPRD Rohul mampu mencerminkan tingkat kedisiplinan, tangggung jawab dan contoh yang baik kepada anggota Dewan Rohul lainnya. Dibalik kesibukan, ternyata Pimpinan Dewan tetap konsekwen dalam menjalani tugas dan tanggung jawabnya, sanjungnya.

Melihat data ini, YBN akan merencanakan tindakan kontrol terhadap anggota DPRD Rohul, sehingga diharapkan akan segera berubah, dan bila anggota tetap saja malas hadir dalam melaksanakan kewajibannya, tidak menutup kemungkinan akan dipermasalahkan secara hukum, tukasnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Rohul, Zondri, saat dimintai tanggapan via selulernya mengakui pihaknya telah menerima surat dari YBN, dan mengapresiasi hal ini sebagai suatu social control.

Zondri menuturkan, aturannya sudah jelas, bagi anggota DPRD yang berhalangan hadir, harus mengirim surat pemberitahuan ke Fraksi, terkait beberapa anggota Fraksi Golkar yang kehadiran rendah, ia mengakui sudah menerima penjelasan tertulis dari yang bersangkutan, seperti Dede Hendro, hampir satu tahun bolak-balik Rohul- Sumut/Medan, dalam urusan persiapan hingga pernikahannya.

“Begitu juga dengan Zulheri Tambusai, kita sama tau mertua laki-lakinya sejak 2020 kemaren terpapar Covid-19, yang urusannya berlarut-larut di Sumut, hingga meninggal dunia, berlanjut lagi dengan mertua perempuannya, sehingga hal itu patut kita maklumi”, imbuhnya.

Sambung Zondri, Keadaan ini juga sudah dilaporkan ke ketua DPD I Golkar, sesuai isi surat dari anggota yang bersangkutan, baik alasan yang bersumber dari urusan atau kepentingan pribadi anggota, maupun kepentingan politik.

Tambah Zondri, bila ada presepsi yang berseberangan antara Dewan dengan Pemerintah, hal itu juga bisa pemicu rendahnya kehadiran Anggota Dewan, namun kami sebagai ketua fraksi selalu mencari solusi terbaik dan senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat.

“Terkait Surat YBN, Insya Allah Senin depan akan kami balas dan berharap bila anggota maupun pimpinan Dewan dari fraksinya berhalangan, segera mengirim surat tertulis ke fraksi, sehingga bila ada pertanyaan, pihaknya bisa menjelaskan dengan bukti tertulis”.tandasnya

(Wira)

Comments (0)
Add Comment