Meranti, detikinews.com — DPRD di Kabupaten Kepulauan Meranti mendesak pemerintah daerah memperketat pengawasan harga bahan pokok di pasar menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Desakan ini muncul setelah sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Komisi II DPRD Meranti, Syaifi Hasan, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, Senin ( 16/3).
Menurutnya, peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional. Jika tidak diawasi sejak dini, kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat.
“Momentum hari besar keagamaan sering dimanfaatkan untuk menaikkan harga. Karena itu kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait lebih aktif melakukan pengawasan di pasar,” ujar Syaifi.
Ia menegaskan DPRD juga mendorong pemerintah memperbanyak program pasar murah serta memperluas jangkauannya hingga ke kecamatan-kecamatan yang jauh dari pusat Kota Selatpanjang.
“Pasar murah sangat membantu masyarakat. Jangan hanya terpusat di kota, tetapi juga menjangkau wilayah kecamatan agar masyarakat di daerah juga merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Syaifi juga menilai pengawasan distribusi bahan pokok perlu diperketat untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga yang dapat memicu lonjakan tidak wajar di pasaran.
Sementara itu, hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Meranti menunjukkan sejumlah komoditas pangan memang mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Meranti, Marwan, mengatakan kenaikan paling menonjol terjadi pada komoditas protein hewani.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan harga daging ayam ras naik dari Rp32.500 menjadi Rp35.800 per kilogram atau sekitar 10,15 persen. Sementara telur ayam ras naik dari Rp25.000 menjadi Rp28.500 per papan atau sekitar 14 persen,” ujarnya kepada Riau Pos.
Selain itu, harga daging sapi juga naik dari Rp160.000 menjadi Rp170.000 per kilogram. Gula pasir kemasan meningkat dari Rp18.000 menjadi Rp19.500 per kilogram, sedangkan bawang putih honan naik dari Rp35.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Gula pasir curah juga mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram.
Menurut Marwan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari gangguan produksi akibat cuaca hingga meningkatnya permintaan rumah tangga menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Produksi peternakan ayam sempat terganggu karena faktor cuaca sehingga mempengaruhi pasokan telur dan daging ayam. Selain itu permintaan masyarakat juga mulai meningkat,” jelasnya.(adv)