Tanggap Pandemi Covid-19 Pemdes Lemang Genjot Program Proyek Pola Padat Karya Tunai Desa

Meranti , Detikinews.com — Dalam menyikapi dampak virlrus corona yang telah mengguncang Dunia bukan hanya menjadi darurat kesehatan akan tetapi telah berdampak dan memporak perandakan sendi-sendi perekonomian masyarakat tidak sedikit masyarakat yang telah kehilangan mata pencariannya dalam menyikapi hal itu Pemerintah Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau,Genjot Proyek Pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD)

Dikatakan oleh Kepala Desa Lemang, Herman, dilokasi kegiatan pada hari senin 27 April 2020, kegiatan proyek pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DS), kegiatan PKTD ini adalah semenisasi Jalan Lingkungan RT 004 RW 002 Dusun Lemang dengan volume Panjangnya 278 meter dan Lebarnya 1,5 meter serta anggaran biaya Rp.105.621.000.- , dengan menyerap tenaga kerja 40 orang, terang Herman.

Dengan dilaksanakannya proyek pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) setidaknya bisa mengantisipasi warga setempat yang terdampak virus corona yang telah kehilangan mata pencariannya terutama dari sektor pekerja harian nonpormal dan bisa meningkatkan nilai tambah daya beli masyarakat ditengah dampak covid-19, kata,Herman, lagi.

Pola kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dilaksanakan yang berpedoman kepada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Nomor; 6 Tahun 2020 Tentang perubahan atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor; 11 Tahun 2019 Tentang prioritas Pembangunan Dana Desa Tahun 2020, dan Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Nomor; 8 Tahun 2020 Tentang Tanggap covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa,jelas, Herman.

Dalam kegiatan ini ungkap Herman,Pemerintah Desa Lemang telah mengeluarkan himbauan yang sebagaimana sesuai dengan protokol kesehatan yakni jaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan, jaga jarak, hindari dari kerumunan dan pakai masker guna mencegah terinfeksi penyebaran virus corona disease 2019 atau covid-19, pungkasnya.( M.Khosir )

Comments (0)
Add Comment