Wakil Bupati Siak Hadiri Langsung Penabalan Ketua DPH dan MKA dan Pengukuhan Pengurus LAM Riau Sungai Apit Berjalan Lancar

397

SIAK, detikinews.com — Penabalan Ketua LAM Riau dan Penggukuhan pengurus LAM Riau Kecamatan Sungai Apit berjalan lancar dan hikmat meskipun diguyur hujan gerimis.

Wakil Bupati Siak Husni Merza dalam sambutannya mengatakan. acara penabalan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Sungai Apit yang baru saja dilaksanakan yaitu Datuk Abdullah Ahmad sebagai Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA)dan Datuk Andi Putra sebagai Ketua Dewan Pelaksanaan Harian LAM Riau Kecamatan Sungai Apit beserta jajaran pengurus merupakan orang orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Untuk Ketua Majelis kerapatan Adat (MKA) Datuk Abdullah Ahmad merupakan orang yang mumpuni terhadap adat istiadat Melayu Riau. Sementara, Datuk Andi Putra juga merupakan orang yang memiliki pengalaman terhadap berbagai organisasi sehingga merupakan pasangan yang serasi untuk membawa LAM Riau di Kecamatan Sungai Apit ini lebih Maju.

Husni berharap kepengurusan LAM yang baru dikukuhkan diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengingat, sebutnya, marwah Melayu dan adat di negeri Melayu di kecamatan Sungai Apit yang harus dijaga jangan sampai tergerus oleh perkembangan zaman.

Sementara itu, dalam petuah yang disampaikan Ketua LAM Riau Kabupaten Siak Datuk Sri Wan Said berharap kepada Ketua LAM  Riau Kecamatan Sungai Apit yang ditabalkan yaitu Datuk Abdullah Ahmad (MKA) dan Datuk Andi putra (DPH) agar dalam memimpin di lima tahun ke depan untuk tetap randah hati.

Dikatakannya, dalam menyikapi suatu masalah hati boleh panas namun kepala tetap dingin dan selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusaan dan beliau juga berhatap agar kepengurusan yang baru bisa mengembangkan LAM Riau ini hingga sampai ke kampung-kampung.

Dalam sambutan perdana Ketua DPH LAM Riau kecamatan Sungai Apit Datuk Andi Putra mengatakan bahwa dia bersama Ketua MKA Datuk Abdullah Ahmad berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga adat istiadat yang berada di kecamatan Sungai Apit agar tetap terjaga dengan baik dan berupaya untuk membentengi pengaruh budaya asing yang masuk ke tempat ini tentunya dengan didukung oleh semua unsur baik dari pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Insyaallah kita mampu,”  ujarnya.

Disampaikannya, apa yang tak dapat diselesaikan jika semua unsur bisa untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. 

“Duduk kita menjaga tuah tegaknya kita menjaga marwah. Sudah barang tentu kita semua berharap agar generasi yang akan datang tidak lah seperti sirih naik junjungan patah. Dan jika sudah duduk bersama yang bengkok boleh kita luruskan, yang putus boleh disambungkan dan yang tenggelam boleh ditimbulkan. Jangan sampai marwah kita di pijak lapah,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.